Posisi Duduk Sebenarnya Perjamuan Malam Terakhir
Posisi
duduk Yesus dan murid-murid-Nya diketahui melalui kombinasi analisis
teks Alkitab (bahasa asli) dan arkeologi budaya Timur
Dekat pada abad pertama. Berikut adalah bukti-buktinya:
1. Istilah Yunani "Anakeimai"
Dalam teks asli
Perjanjian Baru (misalnya Matius 26:20 atau Yohanes
13:23), kata yang digunakan untuk "duduk makan" adalah anakeimai .
- Secara
harfiah, kata ini berarti "merebah" atau "bersandar",
bukan duduk tegak di kursi.
- Jika
mereka duduk di kursi seperti lukisan Da Vinci, kata yang digunakan
seharusnya kathizō.
2.
Budaya Perjamuan Romawi-Yahudi (Triclinium)
Pada
masa Yesus, jamuan makan formal (seperti Paskah) mengikuti gaya Triclinium (meja
berbentuk U).
- Para tamu
bersandar pada bantal di lantai dengan siku kiri sebagai
tumpuan, sementara tangan kanan digunakan untuk mengambil
makanan.
- Inilah
alasan mengapa Yohanes bisa menyandarkan kepalanya ke dada Yesus (Yohanes
13:25). Hal ini secara fisik hanya mungkin terjadi jika mereka sedang
merebah berdampingan, bukan duduk di kursi yang terpisah.
3.
Arkeologi Rumah di Yerusalem
Penemuan
arkeologis pada rumah-rumah abad pertama di Yerusalem (seperti di Herodian
Quarter) menunjukkan bahwa ruang makan (Upper Room) didesain untuk
gaya lesehan dengan meja rendah, bukan meja tinggi dengan deretan kursi kayu
panjang.
4.
Lukisan Da Vinci adalah "Interpretasi Seni", Bukan Foto Sejarah
Penting
untuk diingat bahwa Leonardo da Vinci melukis The Last Supper pada
tahun 1490-an (1.400 tahun setelah kejadian).
- Ia
menggunakan estetika Renaissance Italia agar penonton
zamannya bisa merasa relevan.
- Secara historis, tidak mungkin 13 orang duduk di satu sisi meja yang sama karena mereka tidak akan bisa saling mengobrol atau berbagi makanan dengan praktis.
- Bukan Meja Panjang: Lukisan Da Vinci menggunakan meja panjang lurus agar semua wajah murid terlihat oleh penonton, yang merupakan teknik artistik era Renaisans.
- Posisi Tubuh: Mereka berbaring miring ke kiri, menyangga tubuh dengan siku kiri, dan menggunakan tangan kanan untuk makan.
- Kaki ke Belakang: Kaki mereka menjulur ke arah luar meja. Inilah sebabnya Yesus bisa dengan mudah membasuh kaki para murid tanpa mereka harus berdiri dari meja.
- Tuan Rumah (Yesus): Tidak duduk di tengah, melainkan di posisi kedua dari ujung kiri meja (sisi kehormatan).
- Yohanes: Duduk di sebelah kanan Yesus. Karena posisi berbaring miring ke kiri, kepala Yohanes secara alami berada tepat di depan dada Yesus.
- Yudas: Duduk di sebelah kiri Yesus (tempat bagi sahabat karib/tamu kehormatan). Ini menjelaskan mengapa Yesus bisa memberikan potongan roti langsung kepadanya.
- Petrus: Duduk di ujung meja yang berseberangan, posisi yang biasanya untuk pelayan atau tamu yang siap melayani. Dari sini, ia harus memberi isyarat mata kepada Yohanes untuk bertanya kepada Yesus
Posting Komentar untuk "Posisi Duduk Sebenarnya Perjamuan Malam Terakhir"